Alat Khitan yang Disposable atau sekali pakai, kemungkinan untuk menularkan penyakit jauh lebih rendah daripada alat yang digunakan berkali-kali, sehingga lebih aman.
Alat ini, dalam hitungan detik mampu memotong kulit dengan rapi kemudian memasang seal/ stapler/ behel secara melingkar yang berfungsi sama seperti jahitan yaitu untuk mencegah perdarahan ( hemostatic ) dan mendekatkan kulit luar dan kulit dalam sehingga cepat menyatu dan cepat sembuh tentunya. Kalau di kamar operasi proses ini membutuhkan waktu puluhan menit, maka dengan alat ini proses itu bisa dipersingkat menjadi beberapa menit saja, sehingga sangat efektif dan efisiensi waktu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu orientasi dalam ber-KHITAN adalah hasil yang sempurna, potongan yang rapi dan bentuk yang estetis. Karena hasil akhir ini akan dinikmati selama seumur hidup. Jangan sampai mengecewakan, karena yang kecewa bukan hanya si pasien saja, tapi pasangan hidupnya kelak juga bisa mengalami kekecewaan. Hehehe....
Pada teknik konvensional, hasil yang baik tergantung pada jam terbang
dan kerapihan sang operator dalam memotong dan menjahit. Sementara jika
menggunakan alat ini, kerapihan dan hasil yang optimal akan mudah untuk diraih
Dewasa ini kita telah berada pada era
digital. Berbagai terobosan medis sudah bermunculan pada tahun 2021 ini, dan
sangat menguntungkan bagi para penggunanya. Di dunia modern yang semakin
terhubung dengan teknologi ini, tidak aneh rasanya jika dunia medis pun mengikuti
kecenderungan ini. Sejak dulu, teknologi dan medis seperti dua sisi mata uang
yang tidak terpisahkan.
Apalagi sekarang, di era yang serba canggih ini, teknologi telah banyak
membantu riset-riset dalam dunia kesehatan. Dan beberapa tahun belakangan
adalah masa yang sangat menggairahkan untuk inovasi-inovasi medis. Salah satu yang kentara adalah pemanfaatan
teknologi dalam bidang kesehatan khususnya aplikasi untuk khitan
(sunat)
Seiring dengan kemajuan teknologi, cara sunat pun kian beragam. Selain
prosesnya lebih cepat, sejumlah metode sunat saat ini sudah minim risiko dan
rasa sakit.
Orang tua yang memiliki anak laki-laki tidak hanya dibuat galau oleh
pertanyaan, “Kapan Si Kecil akan disunat?”. Metode sunat yang akan dipilih pun
kerap membuat para orang tua kebingungan.
Beragam teknik sunat bisa dinikmati masyarakat diantaranya yang
familiar dimasyarakat dewasa ini yaitu :
1. Konvensional
Metode sunat ini paling banyak digunakan hingga kini oleh banyak tenaga dokter
maupun mantri sunat. Alat yang digunakan telah sesuai standar medis. Sebelum
kulit penis dipotong, akan dilakukan pembiusan terlebih dahulu. Setelah itu,
barulah kulit penis diiris melingkar menggunakan gunting atau pisau khusus
bedah. Setelah dipotong, kulit penis disatukan kembali dengan cara dijahit
sehingga hasilnya relatif lebih baik.
Kelebihan:
• Risiko infeksi kecil karena
menggunakan peralatan yang sudah sesuai dengan standar medis.
• Biaya juga masih cukup terjangkau..
Kekurangan:
• Proses pengerjaan cukup lama, sekitar
30-50 menit.
• Proses penyembuhan juga cukup lama.
• Luka tidak boleh terkena air selama
beberapa hari agar proses penyembuhan bisa lebih cepat.
2. Electric Cauter
Metode ini kerap disebut dengan metode sunat laser. Penamaan ini sesungguhnya
kurang tepat karena cara ini sama sekali tidak menggunakan laser yang
diasumsikan sebagai sinar berwarna merah seperti dalam film sci-fi.
Dalam kasus ini, sunat laser justru dilakukan menggunakan alat cauter untuk
memotong kulit penis. Alat itu berbentuk seperti pistol atau bentuk lain dengan
dua buah lempeng kawat di ujungnya yang saling berhubungan. Jika dialiri
listrik, ujung logam akan panas dan memerah. Nah elemen yang memerah itulah
yang digunakan untuk memotong kulit penis.
Alat cauter akan memotong kulit tanpa menimbulkan pendarahan karena
bersifat panas dan langsung membekukan pembuluh darah di kulit tersebut. Cara
ini tergolong aman selama cauter tidak mengenai kepala penis.
Itulah sebabnya, sunat ini harus dilakukan oleh tenaga yang sudah
berpengalaman.
Dan perlu diketahui, sunat dengan electro cauter tetap membutuhkan jahitan
untuk merapikan hasil sunat. Dengan dijahit ataupun dengan menggunakan lem
untuk merekatkan bekas potongan, luka sunat juga akan lebih cepat sembuh.
Kesimpulannya, metode sunat ini sebenarnya serupa dengan sunat konvesional.
Hanya berbeda pada penggunaan alatnya saja.
Kelebihan:
• Risiko pendarahan minimal karena menggunakan
elemen yang dipanaskan.sehingga menutup pembuluh darah yg dipotong.
• Waktu penyembuhan relatif lebih cepat,
begitu pula dengan waktu pengerjaan.
Kekurangan:
• Masih ada perban yg menempel yg
terkadang saat ganti balutan anak merasa agak nyeri
• Luka tidak boleh terkena air selama
beberapa hari agar proses penyembuhan bisa lebih cepat.
3. Klem
Klem adalah tabung plastik khusus yang memiliki ukuran bervariasi sesuai ukuran
penis. Metode klem memiliki banyak variasi alat dan nama, walau prinsip serta
cara kerjanya sama. Kulit penis (kulup) dijepit dengan suatu alat sekali pakai,
kemudian dipotong dengan pisau bedah tanpa harus dilakukan penjahitan. Setelah
itu, klem akan dipasang pada penis hingga sekitar 5 hari dilakukan up klemp
ataupun bisa DO(Drop Out) yaitu klem lepas sendiri dalam rentan waktu 9 sampai
18 hr. Dengan metode ini, Si Kecil bisa mandi ataupun berendam dan bisa
langsung memakai celana serta beraktivitas seperti biasa setelah sunat.
Kelebihan:
• Pendarahan minimal, tanpa jahitan
maupun perban.
• Luka khitan boleh kena air.
• Proses cepat,
• Tidak perlu ganti perban.
Kekurangan:
• Biaya lebih mahal dibandingkan metode
konvensional atau electric cauter.
• Klem yang menempel pada penis dapat
membuat Si Kecil tak nyaman.
• Dalam beberapa kasus, ada keluhan klem
sulit dibuka.
4. Lem
Sunat Metode lem yaitu proses penyatuan hasil pemotongan kulup saat
khitan.Untuk proses pemotongan biasanya bisa memakai electric cauter, Gomco,
Winkel. Dan perlu diketahui, sunat dengan Lem tetap membutuhkan keahlian khusus
untuk merapikan hasil sunat. Dengan menggunakan lem untuk merekatkan bekas
potongan, luka sunat juga akan lebih cepat sembuh rapi,estetis dan tanpa alat
yg menempel jd setelah proses sunat anak lebih nyaman tanpa adanya beban di
Penisnya.
Kelebihan:
• Risiko pendarahan minimal.
• Waktu penyembuhan relatif lebih cepat,
begitu pula dengan waktu pengerjaan.
Kekurangan:
• Luka tidak boleh terkena air selama beberapa
hari agar proses penyembuhan bisa lebih cepat.
5. Stapler (Disposible
Circumcicion Anastomat)
Nama Alatnya Adalah Disposible Circumcicion Anastomat tapi
dimasyarakat lebih dikenal Stapler atau Sunat Behel kr hasilnya mirip behel
gigi. Inilah metode yang ditunggu – tunggu terutama para pria dewasa yang
ingin khitan namun bimbang karena dg metode ini adalah yg paling efektif dan
efesian diantara metedo lainnya diatas. Dan untuk bayi dan anak pun metode ini
sudah diaplikasikan dan lebih efektif jg
Kelebihan:
• Disposable.
• Praktis Dan Canggih
• Rapi Dan Estetis
Kekurangan:
• Harga relatif mahal.
Terlepas dari berbagai, metode dari yang
sunat konvesional ataupun modern ini juga memiliki kekurangan dan kelebihan
dan Tujuan berbagai metode sunat itu
sendiri supaya pasien lebih nyaman dan cepat sembuh usai disunat. jadi diharapkan para orang tua lebih memahami
berbagai tehnik sunat untuk buah hatinya karena sunat hanya sekali jadi berikan
pengalaman yg berharga bagi buah hatinya. Semoga Bermanfaat
Konsultasi dan pendaftaran
Khitan Smart Indonesia
Jl.Batu Batanggui RT 04, Bundaran Burung kearah RSUD Lamandau
WA.0853-8764-7229
Komentar
Posting Komentar