0853-8764-7229. TEMPAT SUNAT PALING REKOMENDASI YANG AMAN BUAT BAYI ATAU BALITA FIMOSIS DI NANGA BULIK LAMANDAU
0853-8764-7229.
TEMPAT SUNAT PALING REKOMENDASI YANG AMAN BUAT BAYI ATAU BALITA FIMOSIS DI NANGA
BULIK LAMANDAU
Apakah
sikecil sering rewel ketika Kencing dan demam tinggi, hati – hati perlu
diwaspadai kemungkinan bayi atau balita anda terdiagnosa fimosis Mungkin
sebagian besar dari kita masih asing dengan istilah fimosis ini.
Tetapi jika kita membaca keterangan mengenai fimosis tersebut maka kita
akan sangat paham dan mengerti bahkan mungkin pernah memiliki anggota keluarga
yang mengalaminya. Berikut adalah penjelasan singkat yang akan membantu Anda
untuk memperoleh informasi seputar fimosis.
Apa
itu Fimosis?
Kondisi ketika kulup ketat tidak dapat ditarik
kembali pada kepala penis. Kulup ketat dianggap normal pada anak yang tidak
disunat. Ini akan hilang seiring waktu dengan retraksi yang lembut dan teratur.
Fimosis mungkin terlihat seperti karet gelang pada kulit di sekitar ujung
penis. Jika komplikasi berkembang seperti perdarahan atau infeksi di sekitar
kulup, atau nyeri saat buang air kecil, kondisi ini harus diperiksakan ke
urolog anak. Penanganan dapat berupa penggunaan krim steroid atau pembuangan
kulup (sunat).
Fimosis
adalah kondisi ujung preputium (kulit luar penis)
menyempit, sehingga terdapat sisa air kencing yang tertimbun dibagian
preputium. Bila kondisi ini dibiarkan pasien bisa mengalami peradangan selain
itu anak menjadi sering sakit - sakitan. Secara umum kita dapat
mengartikan fimosis sebagai perlekatan kulit khatan yang melingkupi kepala
penis sehingga kulit tersebut tidak dapat membuka agar seluruh bagian penis
bisa keluar atau terbuka. Umumnya fimosis terjadi pada bayi dan anak-anak
dan akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertambahnya usia mereka.
Tetapi bisa juga terjadi pada pria dewasa, terutama mereka yang tidak disunat.
Pada kasus tertentu, hanya bagian lubang kencing yang bisa terbuka, hal ini
tidak terlalu menjadi masalah apabila tidak disertai dengan peradangan demam maupun
kesulitan pada waktu buang air kecil. Pada umumnya fimosis merupakan
bawaan sejak lahir, tetapi bisa juga terjadi karena infeksi. Oleh karena itu
peran tenaga medis dalam mendiagnosa apakah seseorang mengidap phimosis atau
tidak tetap dibutuhkan.
Apa
saja gejala-gejala fimosis?
Fimosis terjadi
karena banyak kotoran yang mengendap di dalam kulup. Bila tidak dibuang,
kotoran tersebut bisa menyebabkan bau tak sedap, bahkan infeksi. Kotoran itu
antara lain berasal dari sisa urine yang tidak tuntas keluar. Gejala umum yang
mungkin timbul pada mereka yang mengalami fimosis adalah kulit khatan
berwarna kemerahan, bengkak dan empuk serta demam. Dokter biasanya melakukan
diagnosa dengan memeriksa bagian tersebut secara teliti. suatu
keadaan dimana ujung prefusium (kulit luar penis) mengalami penyempitan
sehingga tidak dapat ditarik ke arah proximal (bawah) melewati glans (kepala
penis) yang biasanya dapat mengkibatkan obstruksi air seni. Bila hal ini
dibiarkan terus tanpa ada penanganan lebih lanjut akan mengakibatkan peradangan
pada penis, ditambah klien yang mengalami fimosis ini akan menderita,
karena akan mengalami nyeri bila sedang BAK ( Buang Air Kecil )
Seberapa umumkah kondisi ini?
Kondisi
ini adalah normal terjadi pada bayi dan anak-anak. Fimosis yang perlu
diwaspadai adalah Ketika menyebabkan reaksi , seperti:
- Nyeri
saat ereksi
- Kulit penis kemerahan
- Pembengkakan
seperti balon di bawah kulup
Kondisi
fimosis yang cukup parah bisa mengganggu kerja saluran urin, mengakibatkan peradangan kepala penis (balanitis), infeksi kelenjar kulup (balanoposthitis), hingga parafimosis ketika kulit kulup yang
ditarik ke belakang kepala penis macet sehingga menghentikan aliran darah ke
ujung penis.
Kemungkinan
ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki
kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu terjadi lebih baiknya diskusikan
dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.
Penyebab Fimosis
Fimosis
adalah kondisi yang umum dan normal terjadi pada bayi, balita, maupun anak
laki-laki yang belum disunat. Kondisi ini terjadi karena kulit kulup akan tetap
menempel pada kepala penis dalam beberapa tahun pertama bayi atau selama belum
disunat.
Kulit
kulup penis anak yang mengalami phimosis biasanya mulai dapat ditarik ke
belakang pada usia 3 tahun. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan remaja dan
pria dewasa juga bisa mengalami hal ini, beragam kondisi kulit lainnya juga
dapat meningkatkan risiko kulit kulup tidak bisa tertarik kembali, seperti:
- Eksim
pada penis, ditandai dengan kulit penis yang kering, gatal, kemerahan, dan
pecah-pecah.
- Psoriasis, timbulnya bercak-bercak merah dan kerak kulit mati pada
kulit.
- Lichen planus, yakni gangguan pada kulit seperti ruam dan gatal pada area
tubuh, namun tidak menular.
- Lichen sclerosus, yang merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada alat
kelamin dan anus dan menyebabkan munculnya jaringan parut pada kulit kulup
penis.
Kulup
penis pada anak berusia 3-4 tahun biasanya mulai bisa ditarik ke belakang
kepala penis. Meski begitu, beberapa anak tidak dapat melakukan hal ini
sehingga menyebabkan fimosis.
- Bagian
atas kulup penis terlalu kecil sehingga kepala penis tidak dapat lewat.
- Braking
cord terlalu pendek untuk membuat kulup penis dapat ditarik sempurna —
kondisi ini dinamakan arrestor wires BREVE.
- Dampak infeksi, hal ini dapat
menyebabkan luka pada fibrosis kepala penis.
Pengobatan
Pilihan
pengobatan akan disesuaikan dengan gejala yang terjadi. Jika fimosis tidak
menyebabkan gejala, fimosis tidak perlu diterapi—kondisi ini khususnya bagi
fimosis yang terjadi pada bayi dan anak-anak.
Sebagian
besar kasus fimosis bisa diobati dengan menjaga kebersihan penis setiap hari
dan mengobati infeksi secepat mungkin. Pengobatan medis juga bisa dilakukan
dengan mengoleskan terapi kortikosteroid dan menjalani prosedur sunat atau
sirkumsisi.
Terapi kortikosteroid topikal
Dokter
dapat merekomendasikan aplikasi krim atau salep kortikosteroid
topikal yang efektif untuk mengobati fimosis, baik
pada anak-anak hingga orang dewasa. Krim atau salep topikal ini memiliki fungsi
untuk membantu melembutkan kulup yang ketat di sekitar kepala penis, sehingga
kulup dapat ditarik dengan mudah. Cukup oleskan pada cincin atau kepala penis
yang ketat. Lalu pijat lembut daerah yang terkena dua kali selama 6-8 minggu,
atau sesuai dengan anjuran dokter. Krim atau salep kortikosteroid topikal yang
paling umum digunakan, seperti hydrocortisone, betamethasone, triamcinolone, dan fluticasone propionate.
Sunat
Sunat
atau sirkumsisi adalah operasi pelepasan kulit kulup yang menutupi ujung penis.
Dokter akan menganjurkan prosedur sunat apabila pengobatan fimosis dengan
terapi kortikosteroid hasilnya belum memuaskan.
Selain
itu, dokter juga akan menyarankan prosedur sunat jika timbul infeksi, parafimosis, balanitis atau infeksi saluran
kemih berulang, hingga gangguan berhubungan seksual.
Semoga
bermanfaat bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan kami untuk solusi
terbaik masalah bayi atau balita anda
Salam sehat
Info dan pendaftaran
Khitan Smart Indonesia
Jl.Batu Batanggui Rt.04 Bundaran Burung Kearah RSUD Nanga Bulik
WA.0853-8764-7229

Komentar
Posting Komentar