Di
Indonesia, Setidaknya
ada dua alasan mengapa anak laki-laki perlu disunat. Pertama tentunya karena
alasan agama atau budaya. Contohnya sunat menjadi kewajiban yang harus
dilakukan umat muslim (pria). Kedua, karena alasan medis, yaitu untuk mencegah
berbagai penyakit yang dapat menyerang kelamin.
Tradisi sebagian adat dan budaya menganjurkan anak
laki-laki sebaiknya disunat sebelum memasuki usia remaja, atau bahkan balita.
Namun, biasanya orangtua bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk anak
laki-laki sunat.
Usia yang Dianjurkan untuk Sunat
Di negara Barat sana, terdapat beberapa
perdebatan mengenai apakah sunat diperlukan secara medis, dan apakah sunat
memberikan manfaat kesehatan? Namun, kesepakatan umum di antara penyedia
layanan kesehatan adalah bahwa manfaatnya sunat lebih besar daripada risiko
untuk prosedurnya. Lalu, kapan usia tepat untuk sunat pada anak laki-laki?
Sunat umumnya dilakukan
pada anak laki-laki usia sekolah dasar. Orangtua biasanya menunggu kesiapan
putranya untuk sunat. Sebenarnya, berapa usia yang ideal untuk sunat pada anak
laki-laki, anak sebaiknya sudah sunat pada usia di bawah 6 bulan atau saat masih
bayi. "Saat usia 0-6 bulan kalau terjadi luka akan sangat cepat sembuh,
karena pertumbuhan sel paling cepat saat bayi,". Sebelum usia 6 bulan,
anak juga tak akan mengalami trauma pada sunat. Berbeda jika sunat di usia SD.
Saat SD, jika anak dipaksa sunat, ia dapat mengalami trauma atau ketakutan yang
akan terus diingatnya. Selain itu, sebelum usia 6 bulan, anak juga belum
belajar tengkurap. "Kalau setelah 6 bulan, sudah bisa tengkurap, nanti
habis sunat malah tergesek. Jadi sebaiknya sebelum 6 bulan," selain karena
alasan memenuhi kewajiban agama, sunat pada anak laki-laki akan memberikan
banyak manfaat kesehatan.
Sunat sejak bayi bisa mengatasi
masalah kesehatan pada organ reproduksi pria, seperti fimosis. Fimosis
merupakan kondisi penyempitan dari ujung kulit depan penis atau bagian kulup
tak bisa ditarik ke belakang. Fimosis menyebabkan bagian kulit penis mudah
kotor dan akhirnya terinfeksi. Lama kelamaan, bisa terjadi infeksi saluran
kemih. Untuk mencegah infeksi, fimosis pun harus segera diatasi dengan sunat
sejak bayi. "Fimosis itu cukup banyak kasusnya. Sunat pada bayi pun aman
dilakukan. Yang pasti, bayi dalam kondisi sehat. Sebaiknya sunat dilakukan oleh
tenaga profesional yang sudah biasa melakukan sunat pada bayi
Konsultasi dan pendaftaran
Khitan Smart Indonesia
Jl.Batu Batanggui RT 04, Bundaran Burung kearah RSUD Lamandau
WA.0853-8764-7229
Komentar
Posting Komentar