Langsung ke konten utama

0853-8764-7229, KAPAN SEBAIKNYA BUAH HATI BUNDA DI KHITAN? DI NANGA BULIK, LAMANDAU

Di Indonesia, Setidaknya ada dua alasan mengapa anak laki-laki perlu disunat. Pertama tentunya karena alasan agama atau budaya. Contohnya sunat menjadi kewajiban yang harus dilakukan umat muslim (pria). Kedua, karena alasan medis, yaitu untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat menyerang kelamin.

                  Tradisi sebagian adat dan budaya menganjurkan anak laki-laki sebaiknya disunat sebelum memasuki usia remaja, atau bahkan balita. Namun, biasanya orangtua bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk anak laki-laki sunat.

      Usia yang Dianjurkan untuk Sunat

Di negara Barat sana, terdapat beberapa perdebatan mengenai apakah sunat diperlukan secara medis, dan apakah sunat memberikan manfaat kesehatan? Namun, kesepakatan umum di antara penyedia layanan kesehatan adalah bahwa manfaatnya sunat lebih besar daripada risiko untuk prosedurnya. Lalu, kapan usia tepat untuk sunat pada anak laki-laki?

                  Sunat umumnya dilakukan pada anak laki-laki usia sekolah dasar. Orangtua biasanya menunggu kesiapan putranya untuk sunat. Sebenarnya, berapa usia yang ideal untuk sunat pada anak laki-laki, anak sebaiknya sudah sunat pada usia di bawah 6 bulan atau saat masih bayi. "Saat usia 0-6 bulan kalau terjadi luka akan sangat cepat sembuh, karena pertumbuhan sel paling cepat saat bayi,". Sebelum usia 6 bulan, anak juga tak akan mengalami trauma pada sunat. Berbeda jika sunat di usia SD. Saat SD, jika anak dipaksa sunat, ia dapat mengalami trauma atau ketakutan yang akan terus diingatnya. Selain itu, sebelum usia 6 bulan, anak juga belum belajar tengkurap. "Kalau setelah 6 bulan, sudah bisa tengkurap, nanti habis sunat malah tergesek. Jadi sebaiknya sebelum 6 bulan," selain karena alasan memenuhi kewajiban agama, sunat pada anak laki-laki akan memberikan banyak manfaat kesehatan.

                  Sunat sejak bayi bisa mengatasi masalah kesehatan pada organ reproduksi pria, seperti fimosis. Fimosis merupakan kondisi penyempitan dari ujung kulit depan penis atau bagian kulup tak bisa ditarik ke belakang. Fimosis menyebabkan bagian kulit penis mudah kotor dan akhirnya terinfeksi. Lama kelamaan, bisa terjadi infeksi saluran kemih. Untuk mencegah infeksi, fimosis pun harus segera diatasi dengan sunat sejak bayi. "Fimosis itu cukup banyak kasusnya. Sunat pada bayi pun aman dilakukan. Yang pasti, bayi dalam kondisi sehat. Sebaiknya sunat dilakukan oleh tenaga profesional yang sudah biasa melakukan sunat pada bayi

Konsultasi dan pendaftaran
Khitan Smart Indonesia
Jl.Batu Batanggui RT 04, Bundaran Burung kearah RSUD Lamandau
WA.0853-8764-7229


Komentar